Pertemuan Anggota Dan Pengurus Asosiasi UTJ Sidoarjo :
Unggul Terampil Jaya Go Internasional
Sidoarjo, Informatika News Line, News Corner, 7/2/2026
Asosiasi
UTJ (Unggul Terampil Jaya) Sidoarjo menggelar pertemuan anggota,
pengurus, dan keluarga besar UTJ di Kantor Kecamatan Sidoarjo, Sabtu
(7/2/2026). Dalam sambutannya Ketua Asosiasi UTJ, Pius Budi Hermanto,
menyampaikan bahwa Asosiasi UTJ di Sidoarjo adalah termasuk organisasi
nir laba yang tidak membebani anggotanya, akan tetapi justru mendorong
agar anggotanya para pengusaha UMKM, dapat agar sukses dan berhasil,
bukan hanya di tingkat lokal akan tetapi juga sukses di tingkat global.
Pius
Budi juga menyampaikan, bahwa secara organisasi, Asosiasi UTJ, yang
sudah berdiri selama 5 tahun ini, menjadi salah contoh organisasi yang
bisa menjadi referensi organisasi pengelola UMKM lain. Asosiasi UTJ
tidak memberatkan anggotanya, dan bahkan bisa menjadi contoh pengelolaan
organisasi UMKM lain di tanah air.
Dalam
pertemuan kali ini Asosiasi UTJ membawa partner bisnis dari dunia
perbankan dan logistik, untuk bisa membantu kegiatan seluruh anggota UTJ
Sidoarjo. Layanan logistik yang hadir, memberikan layanan informasi
adalah dari JNE Sidoarjo. Pembicara dari JNE mendapat kebanjiran
pertanyaan dari anggota UTJ yang ingin memanfaatkan layanan logistik
dari JNE.
" Saya mau mengirimkan barang ke Banyuwangi, seberat 80 kilogram, apa bisa medapatkan diskon ?" tanya salah satu anggota.
" Kirimnya dalam satu tahun berapa kali Pak, nanti JNE akan bantu menghitungkan. Apalagi kalau pengirimannya dilakukan secara reguler dalam satu tahun..."
" Hanya satu kali saja Mbak ...."
Waduh, hanya satu kali...
JNE
juga menyiapkan bantuan pergudangan bagi UMKM yang belum bisa membangun
dan mengelola gudang untuk mendukung kegiatan layanan kepada
pelanggannya.
" Kita juga menyiapkan gudang (warehouse) yang
sudah dikelola oleh JNE yang bisa dimanfaatkan oleh para anggota UKMK
UTJ yang mungkin belum memiliki dukungan layanan pergudangan yang
memadai." kata pembicara dari JNE.
Selain memberikan layanan
pergudangan yang bisa dimanfaatkan oleh para pelaku usaha UMKM, JNE juga
memberikan dukungan logistik yang membantu layanan pengiriman para
pelaku usaha kepada para konsumen nya. Dalam kesempatan yang sama JNE
Sidoarjo juga memberikan voucher layanan kirim gratis sebesar 35 ribu
rupiah.
" Nanti mendaftar dulu, setelah itu tinggal klik untuk
mendapatkan diskon ini." kara salah satu staf JNE yang membagikan biaya
voucher pengiriman gratis.
Dalam kesempatan yang sama Asosiasi
UTJ juga mengundang, Ryan Chrisharo Halim, perwakilan dari Bank BCA
Sidoarjo, yang disiapkan untuk mendukung akses permodalan bagi seluruh
peserta UTJ. Sejumlah pertanyaan dari peserta mengenai berbagai
kesempatan yang diberikan oleh Bank BCA membuat diskusi menjadi lebih
menarik.
" Terkait dengan kegiatan hari ini, dengan UTJ, Bank
BCA memberikan kesempatan ini mendapatkan cash 200 ribu, bagi yang
berkeinginan mandapatkan akses pemodalan yang disiapkan oleh BCA... saya
batasi untuk dua hari saja ya bagi yang hadir hari ini..." kata Ryan
Crisharo
Sejumlah anggota UTJ yang tertarik pun berebut mendapatkan kesempatan voucher cash yang diberikan oleh Bank BCA tersebut.
Pembicara
terakhir yang hadir adalah perwakilan dari Kementerian Komunikasi Dan
Digital (Komdigi) Jawa Timur, Rita Haidarah. Rita memberikan pelatihan
editing foto dan video, dengan menggunakan bantuan AI (artificial
intellegent) untuk membantu para pengusaha anggota UTJ, mendisain produk
dengan tampilan yang bagus untuk menarik pelanggan.
Praktek
langsung penggunaaan AI ini diikuti dengan antusias oleh seluruh
anggota UTJ. Dengan menggunakan AI ini, effort untuk mendisain produk
yang dulu terkesan sulit menjadi jauh lebih sederhana. Sebelum penutupan
acara, panitia UTJ mengundang sejumlah anggota dan membagikan uang
hasil konsinyasi penjualan produk anggota oleh pengurus.
"Ada yang dapat 200 ribu, 100 ribu, 320 ribu, 70 ribu...wah lumayan pembagian konsinyasi nya hari ini..." kata salah satu peserta kepada informatika News Line. (MIG)

