Haul Dan Tahlil Bersama Keluarga Mbah Kayani Mbah Sukini
Rembang, Informatika News Line, 27/09/2025
Haul ke 16 Keluarga Mbah Kayani Mbah Sukini digelar di pelataran sebelah Barat Balai Desa Gunung Mulia, Sarang, Rembang Minggu Siang (28/9/2025).
Acara mendoakan bersama seluruh warga desa untuk keluarga besar Mbah Kayani Mbah Sukini ini, sudah dimulai sejak Sabtu (27/9) malam. Acara Khataman membaca 30 juz Qur'an dilakukan sejak mulai bakda Isya' sampai selesai.
Yang menarik acara ini dilakukan di tengah pelataran, yang dikelilingi oleh pohon jati yang teduh, membuat acara menjadi terasa lebih bermakna. Meski suasana siang yang sangat panas, akan tetapi angin semilir yang datang, memberikan kesejukan dan bahkan beberapa peserta menikmati suasana tersebut, sebelum acara dimulai, sudah didahului dengan aksi sejumlah orang yang sudah mulai setengah mengantuk.
Acara haul diteruskan dengan tahlil bersama, mendoakan sejumlah anggota keluarga Mbah Kayani Mbah Sukini yang telah meninggal dunia memasuki alam barzah.
Puluhan warga desa Gunung Mulia yang semangat mengikuti acara, berdatangan untuk mengikuti tahlil, dan tausiyah bersama Kiai yang didatangkan dari Kabupaten Tuban.
Sejumlah Kiai dari pondok Pesantren Sarang, Rembang juga ikut menghadiri acara haul.
"Sarang ini adalah gudang nya Kiai Kiai terkenal. Betapa banyak santri yang lulus dari Pondok Pesantren Sarang Rembang ini.." kata Kiai ex lulusan Pondok Pesantren Sarang, Rembang.
Siapa yang tak kenal dengan Mbah Maimun ? Pentholan Partai Islam PPP, yang selama lebih dari 30 tahun, usia Orde Baru yang lalu, menjadi Partai yang sangat disegani, bahkan oleh Partai Golkar, dan Partai Koalisi Non Islam PDI, yang belakangan setelah Reformasi berubah menjadi PDI Perjuangan (PDIP).
Sejumlah Pondok Pesantren Sarang, menjadi lokasi yang tercatat dalam lembar sejarah perkembangan Politik Islam di tanah air.
Mbah Maimun pendiri Pondok Pesantren Al Anwar Sarang adalah salah satu pentholan Partai PPP. Bahkan putra Mbah Maimun, Kiai Taj Yasin, saat ini memegang jabatan strategis Wakil Gubernur Jawa Tengah, setelah mengkanvaskan lawan nya Ganjar Pranowo dan bahkan Jendral Andika Perkasa pada Pilkada 2024 yang lalu.
Sarang, dengan puluhan bahkan ratusan Pondok Pesantren memiliki jumlah santri yang tidak sedikit. Paling tidak ada puluhan ribu santri yang belajar Agama Islam di pondok-pondok pesantren di tepi pantai Laut Jawa.
***
Belasan pedagang kaki lima menyambut para peserta haul Mbah Kayani Mbah Sukini. Kiai Asmui sebagai wakil keluarga besar Mbah Kayani Mbah Sukini menyampaikan maaf nya jika pelayanan yang diberikan belum maksimal.
Kiai pembicara dari Tuban mengangkat perbedaan utama antara kegiatan Haul dan Maulid. Kegiatan Maulid yang dilakukan biasanya untuk memperingati Rasulullah dan juga Nabi Isa a.s. atau Yesus Kristus dilakukan untuk para Nabi yang Maksum, terbebas dari kesalahan. Sedangkan kegiatan Haul dilakukan untuk mengingat para tokoh dan wali penyebar agama Islam yang dalam kehidupan nya tidak terlepas dari kemungkinan berbuat kesalahan.
" Tentu nya berbeda dengan para Nabi yang sudah dijamin bebas kesalahan oleh Allah. Haul ini acara yang manfaatnya buat semua manusia yang tidak akan terlepas dari kematian."
Dengan haul seperti ini kira semua diingatkan untuk bahkan menghargai semua manusia yang pasti akan berakhir dengan kembali kepada Allah.
Haul untuk wali Songo misalnya (Wali Sangga/Dewan Wali) adalah untuk memahami perjalanan hidup sang wali besar.
Brandal Lokajaya adalah seorang preman sakti yang setelah menempuh jalan taubat akhirnya menjadi salah satu pemimpin Wali Sangga (Dewan Wali) Sunan Kalijaga, bahkan Sujan Kalijaga kemudian diangkat menjadi Wali Qutub, Qutubun Aulia oleh Allah di Nusantara.
Pembicara juga mengangkat salah satu wali Qutub lain yang terkenal yaitu syeh Abdul Qodir Jailani.
Acara hari kedua tahlil, Minggu (28/9) diakhiri menjelang waktu Ashar.
Laporan: Al Syarif

