Mendesak : Jalur Khusus Untuk Truk Dan Kendaraan Berat

 Mendesak : Jalur Khusus Untuk Truk Dan Kendaraan Berat


Bandung, 22 April 2026

Jalur kendaraan di Indonesia secara umum masih belum membedakan antar berbagai jenis fungsi kendaraan. Jenis kendaraan Berat, truk, pengangkut barang, dan angkutan penumpang berada dalam satu dimensi Jalan yang sama. 

Kondisi pengaturan jalan seperti ini membahayakan bagi penumpang menusia non barang. 

Sejumlah besar kecelakaan yang melibatkan kendaraan pengangkut barang dengan kendaraan penumpang terjadi tak pernah berhenti dalam beberapa tahun terakhir. 

Insiden truk pembawa BBM Pertamina yang rem blong dan menewaskan sejumlah pemotor di lokasi Cileungsi, Bogor, beberapa tahun yang lalu, misalnya, sudah dilupakan begitu saja. 

Demikian juga kejadian fatal lain yang membawa korban yang jumlah nya semakin Naik. Akan tetapi tak pernah ada kebijakan untuk membuat jalur Khusus untuk kendaraan Berat seperti ini. 

Kendaraan Berat non penumpang berbeda dengan kendaraan penumpang, karena perbedaan Massa besar yang Dimiliki oleh kendaraan Berat. 

Besar nya Massa yang digerakkan oleh kendaraan besar ini membawa konsekuensi besar dan ketat pada system pengereman yang dimiliki oleh kendaraan Berat. 

Tidak mudah melakukan pengereman pada kendaraan ber Massa besar seperti itu. Karena itu selalu alasan utama yang muncul dalam kejadian seperti ini adalah rem blong. 

Karakter berbahaya kendaraan Berat ini membuat jalur khusus Untuk kendaraan Berat menjadi sebuah keharusan. Kendaraan Berat harus dipisahkan dari jalur kendaraan publik. Apalagi dalam statistik Nasional pada 2025 ada tidak kurang dari 6,5 juta truk di seluruh Indonesia. Ini adalah jumlah resmi truk dari Biro Pusat Statistik. Beberapa sumber Statistik lain menyebut ada 8 juta truk yang beroperasi di Indonesia. 

Sejumlah daerah di Indonesia diketahui telah mencoba meralisasikan konsep jalur Khusus ini. Sistem jalan khusus bagi angkutan truk batu bara misalnya sudah diterapkan, diantaranya adalah di wilayah di Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, dan Jambi.

Sementara di tingkat National, konsep ini masih belum bisa direalisasikan secara luas. 


Vijay











Redaksi

Redaksi Headline News Indonesia

Lebih baru Lebih lama