Saifun, Guru Dan Kusir Delman Wisata, S-1 Psikologi Yang Siap Menjadi Duta Wisata Berkuda Sidoarjo ?
Sidoarjo, 10/10/2025
Di pojok Tenggara Alun Alun Sidoarjo, Jum'at malam (10/10/2025) beberapa kereta kuda yang dihiasi lampu led warna warni sederhana, menunggu dipesan oleh para pengunjung Alun Alun.
Malam belum terlalu larut, Adzan Isya' Masjid Agung Sidoarjo baru saja selesai dikumandangkan.
Malam itu ada 3 kereta kuda yang siap mengantar para pengunjung Alun Alun Sidoarjo berkeliling alun alun dan sekitarnya.
"Nama saya Saifun," kata salah satu pengendara kereta kuda itu kepada Informatika News Line.
Saifun menceritakan bahwa pendapatannya menurun setelah renovasi alun-alun yang belum juga selesai sampai saat ini.
" Pendapatan saya menjadi turun, ya ada imbasnya penutupan lokasi alun-alun beberapa bulan terakhir ini." Cerita Saifun mengomentari renovasi alun-alun Sidoarjo yang belum juga selesai dikerjakan sampai tulisan ini dibuat.
" Entah sampai kapan renovasi alun-alun ini selesai dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten..." Kata Saifun lebih lanjut.
Saifun menceritakan, bahwa profesi nya menjadi penarik kereta berkuda untuk wisata di sekitar alun-alun sudah ditekuni selama belasan tahun.
"Kakak saya dahulu yang ikut menjadi penarik delman, kereta kuda, saat ini sudah beralih profesi menjadi pengelola stable berkuda Sidoarjo yang terkenal..." Kata Saifun sambil menunjuk Stable berkuda Sidoarjo yang beberapa tahun ini selalu sukses berprestasi dalam kejuaraan berkuda di Tingkat Provinsi maupun di tingkat Nasional dan internasional.
" Di Porprov Jawa Timur yang tahun berapa dulu ya ? Yang pas dilaksanakan di Sidoarjo, Stable tersebut sukses menjadi juara umum berkuda di Jawa Timur..." Cerita Saifun.
" Kakak saya yang sekarang ada di Stable, sebelum nya juga menjadi itu kusir Delman wisata di alun-alun Timur ini .. sekarang beralih profesi di Stable tersebut .." kata Saifun sambil menunjuk Yussar Stable yang ada di Bilangan Tanggulangin Sidoarjo.
" Tahun yang lalu sempat akan ada pendataan pelaku wisata oleh kantor Dinas Pariwisata (Disporapar Sidoarjo, maksudnya : Red). Akan tetapi konsep pendataan pelaku wisata itu tidak jadi diteruskan..." Kata Saifun.
Saifun menceritakan bahwa rata-rata pendapatan nya di lokasi alun-alun Timur itu berkisar antara 3 sampai 4 orang pelanggan Delman
" Setiap hari dapat sebanyak 3 sampai 4 orang pengguna delman dengan membayar 25 sampai 30 ribuan..tapi setelah ada renovasi alun-alun... Pendapatan itu memang menurun."
Menurut Saifun, pendapatan sebesar itu juga dibagi dengan pemeliharaan kuda, memberikan makanan. Kuda dengan rumput dan konsentrat.
Kalau bisa pendampingan pelaku wisata Delman di Sidoarjo ini mencontoh Dinas Pariwisata di Kota Batu. Di sana kusir Delman mendapatkan bantuan sekitar 2 jutaan per bulan dari APBD. Syarat imbalannya adalah delman harus siap standby melayani wisatawan yang akan naik delman kuda. Dan para wisatawan itu tidak boleh ditarik ongkos, alias naik delman dengan gratis, karena ongkos mereka sudah ditanggung APBD Kota Batu melalui Dinas Pariwisata.
Dengan demikian Kusir delman yang harus memiliki kewajiban stand by melayani wisatawan penumpang delman tanpa harus membayar lagi, karena sudah dibebas bayarkan oleh APBD Kota. Strategi menarik wisatawan Kota ini digelar di Kota Batu untuk belasan atau puluhan kereta wisata kuda delman.
Saifun berharap dia dan teman-temannya bisa mendapatkan fasilitas dukungan seperti yang diterima oleh kusir Delman wisata di kota Batu.
" Saat ini di sini di alun alun ini ada 3 sampai 4 orang kusir, tidak banyak.." kata Saifun.
Yang mengejutkan ternyata Saifun tukang delman wisata ini adalah lulusan Sarjana S1 Psikologi dari Unesa Surabaya.
" Ya saya Sarjana S1 Psikologi Pendidikan..." Kata Saiful.
" Kalau siang hari saya menjadi guru di salah satu SLB di sekitar Gedangan... "
Ditanya bagaimana cara pengajar anak-anak disabilitas di SLB itu, Saifun menceritakan bahwa kelas yang dia ajar adalah khusus bagi disabilitas yang lambat dalam menguasai materi bahan belajar.
" Saya tidak ditugaskan di BK (Bimbingan Karir), meskipun saya lulusan S1 Psikologi, akan tetapi mengajar di kelas disabilitas...khusus buat mereka yang memang lambat dalam menguasai materi belajar. Kalau dilihat usia, mereka berusia setara anak anak SMA normal...akan tetapi karena disabilitas nya lambat dalam menerima materi bahan ajar, yang diajarkan pada anak-anak disabilitas usia SMA ini adalah materi untuk anak-anak normal di tingkat Sekolah Dasar (SD). " Kata Saifun menerangkan tugasnya sebagai Guru disabilitas di salah satu SLB di Gedangan.
" Saya mengajarkan semua materi setingkat SD pada anak-anak disabilitas ini," kata Saifun menutup kisahnya kepada Informatika News Line.
Kusir Delman wisata di alun-alun Sidoarjo malam itu, ternyata adalah seorang Sarjana S1 Psikologi, dan juga seorang Guru disabilitas.
Laporan : ESW


