Aqua Danone Respon Serangan Dan Tuduhan Menipu Konsumen

Aqua Danone Respon Serangan Dan Tuduhan Menipu Konsumen 



Bandung, Informatika News line 

Serangan bertubi-tubi pada produk air minum dalam kemasan Aqua terus berlanjut. Upaya membuat opini massa dan konsumen Aqua dengan serangkaian isu non scientific ini terus bergulir. Bahkan yang menggelikan, serangan tanpa arah yang menyedot perhatian publik ini terus coba ditarik ke ranah hukum.

Membuang-buang energi politik dan perhatian publik seperti ini seakan menjadi trend baru pembentukan opini publik. Dalam kajian ilmu komunikasi, proses provokatif ini dilakukan untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu yang sudah ditentukan terlebih dahulu. Apakah tujuan utama dari obyek provokatif atau dengan tujuan lain hanya sebagai proxy semata, untuk tujuan lain yang sudah ditentukan oleh desainer event.


Baca Juga : Aqua Dan Air Sumur Tanah?


Mem blow up sebuah obyek opini publik, seharusnya tetap dilakukan dalam koridor normal, tidak tendensius dan memiliki arah nilai yang tidak baik. 

Keadilan, kejujuran yang didukung oleh pilar scientific, logic harus dijadikan pedoman, di samping unsur etis, yang dibungkus dalam kerangka estetis. Keberimbangan adalah unsur keadilan yang dalam istilah Asia Tengah disebut sebagai unsur Yin dan Yang, harus didasarkan oleh unsur kasih sayang Ketuhanan Yang Maha Esa, Yang Ahad.

Karena jika unsur-unsur kemanusiaan sejati itu ditinggalkan, maka hilanglah nilai kemanusiaan yang digantikan dengan kebengisan yang berorientasi pada kepentingan personal tanpa peduli kemanusiaan sejati.

Pembahasan dalam iklan sebuah produk dalam kasus ini produk Aqua, tidak bisa diseret seret ke ranah populis semata. Karena dalam operasional komersial Aqua melalui serangkaian uji scientific yang memiliki integritas tinggi.

Dalam siaran pers nya (22/10) Aqua Danone menyampaikan fakta-fakta terkait sejumlah tuduhan yang dilayangkan pada produknya.

AQUA menyatakan bahwa air yang digunakan berasal dari 19 sumber air pegunungan yang tersebar di seluruh Indonesia. Setiap sumber air dipilih melalui proses seleksi ketat yang melibatkan sejumlah parameter scientific, proses evaluasi, dan juga penelitian yang berdurasi tidak pendek.

Sejumlah tim ahli dari berbagai disiplin ilmu seperti geologi, hidrogeologi, geofisika, dan mikrobiologi terlibat dengan serius, tidak main-main.

AQUA hanya menggunakan air dari akuifer dalam (kedalaman 60–140 meter), bukan dari air permukaan (mata air di atas permukaan tanah) atau air tanah dangkal. 

Akuifer ini terlindungi secara alami oleh lapisan kedap air, sehingga bebas dari kontaminasi aktivitas manusia dan tidak mengganggu penggunaan air masyarakat. 

Aqua juga menyatakan bahwa proses yang dijankan dalam produksi air mineral ini berdasarkan hasil studi hidrogeologi bukan abal-abal dari Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Padjadjaran (Unpad). Hasil studi yang mengonfirmasi bahwa sumber air AQUA tidak bersinggungan dengan air yang digunakan masyarakat dan setiap penentuan titik sumber air AQUA (bukan mata air tapi sumber air) telah melewati kajian dampak terhadap lingkungan dan masyarakat.

Aqua juga menyajikan kegiatan perbaikan lingkungan yang diserang habis-habisan beberapa waktu terakhir. Aqua menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan Penanaman lebih dari 2,6 juta pohon secara nasional.

Selain itu Aqua juga telah melakukan 

  • Pembangunan lebih dari 2.300 sumur resapan dan 20.000 rorak
  • Mengelola dan melakukan konservasi di 17 area taman keanekaragaman hayati
  • Program WASH (Water Access, Sanitation, and Hygiene) untuk lebih dari 500.000 penerima manfaat.
  • Pertanian regeneratif untuk menjaga kualitas dan kuantitas air tanah serta penerapan ekonomi sirkular dan pengelolaan sampah
Pernyataan lengkap Aqua ini bisa dibaca lebih lanjut di situs resmi Aqua.



Laporan: Vijay

















Redaksi

Redaksi Headline News Indonesia

Lebih baru Lebih lama