Dewan Pendidikan Ingatkan Pemerintah (Disdik) Prioritaskan Pembangunan Sekolah yang Rusak Demi Kenyamanan Anak Belajar
Sampang, Informatika News Line, 16/09/2025
Dewan pendidikan Kabupaten Sampang, Hasan Rohmad, menyoroti sejumlah bangunan sekolah yang mengalami kerusakan di Kabupaten Sampang.
Kerusakan bangunan ini mengakibatkan terganggunya aktivitas belajar mengajar di lokasi sekolah yang bersangkutan.
Hasan menekankan kolaborasi antara Disdik Kabupaten Sampang dan Sekolah harus dilakukan segera, untuk mempercepat perbaikan infrastruktur pendidikan yang rusak.
"Dewan pendidikan mendorong pemerintah yang dalam hal ini Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sampang, untuk segera mengambil tindakan konkrit dalam mengatasi masalah kualitas bangunan sekolah yang tidak layak di sejumlah desa," kata Hasan Rohmad dalam rilis kepada awak media, Selasa (16/09/2025).
Dari hasil monitoring yang dilakukan dan diversifikasi oleh Dewan Pendidikan, banyak temuan bangunan sekolah yang mengalami kerusakan parah, bahkan sejumlah bangunan sekolah roboh, akibat tak kunjung direnovasi oleh Pemerintah Kabupaten Sampang (c.q. Dinas Pendidikan Kabupaten).
Salah satu yang disoroti oleh Dewan Pendidikan adalah bangunan SDN Gunung Rancak 1, Kecamatan Robatal, Kabupaten Sampang.
Ruangan belajar mengajar di SD ini roboh atap ruang kelasnya, akibat bangunan yang sudah tidak layak pakai.
Hal ini mengakibatkan sejumlah siswa terpaksa mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) di teras sekolah dan bahkan menumpang di rumah warga di sekitar sekolah
Kondisi bangunan sekolah secara umum sudah sangat tidak layak digunakan, sehingga berpotensi membahayakan peserta didik.
Salah satu ruang kelas lainnya, terpaksa harus dikosongkan setelah bagian atap ambruk. Jika diteruskan dilakukan KBM di ruangan ini, keselamatan Guru dan peserta didik akan terancam.
Baca Juga
Bupati Slamet Junaidi, Lantik 11 Anggota Pengurus Dewan Pendidikan Kabupaten Sampang
Kondisi tersebut bahkan akhirnya membuat tembok bangunan SD ikut rusak dan terancam roboh.
Meski tak ada korban jiwa, Hasan menilai banyaknya bangunan sekolah yang tak memadai merupakan pekerjaan rumah yang harus cepat diselesaikan Pemerintah.
Hasan juga menekankan peristiwa robohnya atap bangunan sekolah harus dijadikan sebagai peringatan keras agar Pemerintah Kabupaten Sampang, lebih serius lagi dalam melakukan evaluasi sistem pengawasan dan pengelolaan kualitas bangunan di sekolah.
"Perlu diingat, memiliki sarana dan prasarana pendidikan yang layak adalah sebuah investasi bagi dunia pendidikan di masa depan. Dan kita harus berkomitmen untuk memastikan bahwa investasi tersebut terjaga dengan baik," ungkap Hasan Rohmad.
Dari data program pengelolaan pendidikan Kabupaten Sampang tahun anggaran 2026 juga diketahui salah satunya digunakan untuk memperbaiki ruang kelas yang rusak sedang dan berat.
Dengan ketersedian anggaran, ia berharap Pemerintah Kabupaten Sampang, bisa menyusun prioritas sekolah mana yang mendapat bantuan untuk renovasi sekolah.
"Pemerintah Kabupaten Sampang, perlu terus meningkatkan anggaran untuk perbaikan bangunan sekolah agar semua sekolah di Kabupaten Sampang dapat memiliki kondisi yang baik dan dapat mendukung proses belajar mengajar yang optimal," kata Hasan Rohmat menambahkan.
Menunggu Respon Cepat Pemerintah
Sementara itu, Kepala Sekolah SDN Gunung Rancak 1, Solihin, membenarkan bahwa sempat terjadi insiden roboh nya atap kelas sekolah.
Kejadian ini telah berlangsung selama kurang lebih dua tahun. Solihin mengungkapkan bahwa ada seorang siswa yang sempat tertimpa reruntuhan. Siswa bersangkutan mengalami luka ringan dan sempat mengalami trauma.
“Ya mas, memang dulu ada siswa yang tertimpa reruntuhan bangunan atap kelas, namun masih selamat, hanya mengalami trauma dan luka ringan,” ungkap Solihin kepada Pers Senin (15/9/2025).
Solihin juga menyampaikan bahwa pihak sekolah sudah berulang kali mengajukan perbaikan ruang kelas yang rusak ke Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang. Namun, permohonan tersebut ditolak karena terkendala masalah sertifikat bangunan.
“Setelah diketahui bahwa posisi status bangunan sekolah masih hak pakai, bukan bersertifikat hak milik, proses pengajuan usulan perbaikan ruang kelas tersebut tidak bisa dilanjutkan,” terangnya.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sampang, Mohammad Fadeli, mengungkapkan bahwa data kerusakan sekolah sudah tercatat dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Namun perbaikan tidak dapat dilakukan tanpa adanya dana yang memadai.
Pada tahun 2025 ini, karena adanya berbagai kebijakan dari Pemerintah Pusat, berupa pemotongan dan efisiensi besar-besaran, Anggaran yang tersedia untuk renovasi pendidikan juga mengalami pemangkasan signifikan yang berdampak pada sejumlah rencana renovasi.
Kepada pers Fadeli menyampaikan janjinya untuk berkoordinasi dengan BPKAD Kabupaten Sampang untuk mempercepat pencairan anggaran yang tersedia.
“Kami sudah mencatat dan memprioritaskan sekolah yang rusak parah, namun keterbatasan anggaran membuat proses perbaikan menjadi lebih lambat,” kata Fadeli.
Fadeli menyebutkan juga adanya beberapa sekolah yang belum memiliki sertifikat tanah. Masalah administratif ini yang juga menjadi kendala dalam pengajuan Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk renovasi.
“Kami paham betul pentingnya sarana pendidikan yang aman dan nyaman bagi siswa maupun guru. Saat ini sedang dilakukan asesmen kerusakan, perencanaan perbaikan hingga penganggaran. Kami berjanji mencari solusi terbaik secepatnya,” ungkap Fadeli kepada pers Senin (15/09).
Fadeli menambahkan, pihaknya optimistis pembangunan atau perbaikan SDN Gunung Rancak 1 dapat terealisasi dalam waktu dekat.
“Mudah-mudahan segera bisa terlaksana pembangunan di SDN Gunung Rancak 1, tentu dengan dukungan anggaran yang mencukupi,” tandasnya
Sementara itu, Wakil Bupati (Wabup) Sampang, H. Ahmad Mahfudz, pada Senin (15/9/2025) juga menyampaikan komentar pada lambatnya proses renovasi sekolah-sekolah yang mengalami rusak parah di Kabupaten Sampang.
Ahmad Mahfud menegaskan pentingnya peningkatan kualitas layanan pendidikan sekaligus perbaikan infrastruktur sekolah termasuk perlengkapan sekolah.
Ahmad Mahfudz juga memastikan pelayanan pendidikan di Sampang akan berjalan optimal. Wabup juga meminta agar akses pendidikan berkualitas benar-benar dirasakan seluruh lapisan masyarakat, termasuk di pelosok desa Kabupaten Sampang.
“Saya berharap Dinas Pendidikan meningkatkan akses pendidikan yang berkualitas bagi seluruh masyarakat, terutama di daerah terpencil. Infrastruktur pendidikan, kualitas guru, dan program penunjang prestasi siswa harus menjadi prioritas,” ujar Ahmad Mahfudz kepada pers.
Wabup Ahmad Mahfudz menyinggung persoalan sarana prasarana sekolah yang sempat viral di publik, seperti robohnya atap ruang kelas di SDN Gunung Rancak 1.
Ahmad Mahfudz menegaskan, Disdik tidak boleh membiarkan kasus serupa terulang.
“Dinas Pendidikan harus memantau kondisi sekolah dengan serius. Jangan sampai ada lagi kasus yang viral karena kerusakan sarana prasarana. Kalau ada hambatan, segera cari solusi,” tegas Ahmad Mahfudz.
Dalam catatan Informatika News Line, dalam beberapa tahun terakhir masalah renovasi sekolah di Sampang mengalami kendala yang bertubi-tubi. Lemahnya anggaran yang dimiliki oleh Pemerintah Kabupaten Sampang, aspek legalitas sekolah menjadi alasan terhambatnya renovasi sekolah-sekolah yang rusak parah di Kabupaten Sampang.
Laporan: Hasan Rohmat/TNTW
.




