Semarak Maulid Nabi Muhammad SAW di SMPN 1 Ringinrejo Kediri
Meneladani Akhlakul Karimah Rasulullah untuk Membangun generasi berkarakter
Kediri, Informatika News Line, 4/09/2025
Peringatan Maulid Nabi Muhammad saw, dilaksanakan di SMPN 1 Ringin Rejo, Kecamatan Ringin Rejo, Kabupaten Kediri Kamis (04/09), dengan kegiatan yang penuh makna, dan sekaligus sebagai bentuk rasa cinta dan penghormatan kepada Rasulullah.
Acara ini bertujuan menanamkan Nilai nilai keteladaan Nabi dalam kehidupan sehari hari, serta memperkuat keimanan dan ukhuwah islamiyah di kalangan siswa.
Pesan ini di sampaikan Kepala Sekolah Ibu Ririn Kasiani S.Pd kepada para siswa siswi SMP Negeri 1 Ringin Rejo.
Rangkaian gelar kegiatan Maulid ini meliputi
1.Pembacaan Shalawat dan Ayat suci Al Qur'an
2.Tausiyah Islami untuk menginspirasi akhlak mulia
3.Lomba lomba keagamaan (cerdas cermat islami, hafalan surat pendek, kaligrafi dll )
4.Santunan bagi siswa yang membutuhkan
5.Doa dan Refleksi untuk meneladani nilai-nilai kehidupan Rosulullah
Dengan semangat maulid Nabi mari kita jadikan momen ini sebagai motivasi untuk memperbaiki diri, menebar kebaikan dan semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT, begitu pesan Ibu Kepala Sekolah, Ibu Ririn.
Yang menarik dalam peringatan Maulid Nabi di SMP Negeri 1 Ringin Rejo ini adalah acara terbangan, menabuh terbang, alat musik tradisional, sambil membaca shalawat kepada Rasulullah.
Siswa-siswa SMP Negeri 1 Ringin Rejo menampilkan acara terbangan ini di acara Maulid Nabi.
Acara peringatan Maulid sendiri diyakini diperingati besar-besaran pada Masa Shalahudin Al Ayyubi. Peringatan Maulid pada masa itu membangkitkan kecintaan kepada Rasulullah dan menumbuhkan semangat untuk berlomba dalam mencapai Akhlakul Karimah.
Shalahuddin Al-Ayyubi dalam sejarah akhirnya berhasil membebaskan Yerussalem, Baitul Maqdis, pada 2 Oktober 1187 M (27 Rajab 583 H). Kota Yerusalem yang tadinya tertutup dan dikuasai dengan tangan besi, akhirnya dibebaskan oleh Shalahudin Al Ayyubi untuk seluruh bangsa. Semua agama diijinkan untuk tumbuh dan berkembang di Yerusalem. Penganut Agama Islam, Kristen, Yahudi diijinkan untuk melaksanakan ibadah nya masing-masing tanpa diganggu oleh apapun.
Bahkan Shalahudin Al Ayyubi mempraktekkan nilai-nilai Pancasila jauh sebelum nilai itu diterima di Negara Republik Indonesia.
Pemerintahan tangan besi sebelumnya memberikan kekuasaan pengelolaan Yerussalem kepada Shalahudin Al Ayyubi bahkan tanpa peperangan. Pembebasan ini dilakukan secara damai, tanpa pembantaian atau penjarahan. Shalahuddin bahkan mengizinkan peziarah segala agama untuk memasuki kota dengan aman tenteram. Konon keberhasilan Shalahudin Al Ayyubi ini, karena kegiatan Maulid Nabi yang dilaksanakan pada saat itu pada seluruh penduduk negeri, yang membangkitkan semangat Akhlakul Karimah.
Asal Muasal Peringatan Maulid Nabi
Di kalangan ahli sejarah terdapat beragam versi awal mula peringatan Maulid Nabi SAW.
Yang pertama pada Masa Shalahudin Al Ayyubi (Tahun 1187 an)
Yang Kedua pada Masa Dinasti Fatimiyah, abad ke 2 Hijrah
Konon Maulid Nabi dilaksanakan pertama kali, pada saat dinasti Fatimiyah berkuasa.
Menurut pendapat ini, perayaan maulid Nabi SAW. sudah dilakukan masyarakat muslim sejak abad kedua Hijriah.
Catatan tersebut merujuk pada kitab "Wafa’ul Wafa bi Akhbar Darul Mustafa" karangan Nuruddin Ali.
Disebutkan, Khaizuran atau Jurasyiyah binti 'Atha (170 H/786 M) yang merupakan istri Khalifah al-Mahdi bin Mansur al-Abbas juga ibu dari Amirul Mukminin Musa al-Hadi dan al-Rasyid datang ke Madinah.
Khaizuran memerintahkan agar penduduk Madinah mengadakan perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW. di Masjid Nabawi.
Dari Madinah, Khaizuran kemudian pergi ke Mekah dan melakukan perintah yang sama kepada penduduk Mekah untuk merayakan Maulid Nabi SAW. di rumah-rumah.
Karena pengaruhnya yang besar itu, Khaizuran mampu menggerakkan masyarakat muslim Arab untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Hal ini dilakukan agar teladan, ajaran dan kepemimpinan Nabi SAW. dapat terus menginspirasi umat Islam.
Laporan : Sugeng Wahyu/TNTW
